Selasa, 05 Januari 2016

Mendak Keris

mendak-keris-bertuah

Mahar Rp 50.000

Mendak Keris

Mendak adalah salah satu perabot pusaka yang fungsinya adalah untuk memberi jarak antara hulu pegangan Pusaka dengan bagian pangkal pusaka tersebut agar mudah dalam memegang maupun memakainya.
Mendak memiliki berbagai macam bentuk, seperti ; Mendak Meniran, Mendak Angkup Randu, mendak Merican, Mendak Brejen, Mendak Segara Muncar, Mendak Wajikan, Mendak Tumpalan, Mendak Tumpang Sari, dll

Selut Perak Batu Mata Yakut

selut-perak-batu-yakut-bertuah

selut-perak-batu-yakut-bertuah
Mahar Rp 950.000

Selut Perak Batu Mata Yakut

Selut adalah salah satu bagian pusaka yang letaknya berdekatan dengan Mendak dan Hulu, selut digunakan selain untuk memperindah sebuah pusaka juga agar pusaka tersebut lebih berwibawa.

Pusaka Tombak Cacing Kanil

pusaka-tombak-cacing-kanil-bertuah

Harga: Rp 950,000

Pusaka Tombak Cacing Kanil

Pusaka Cacing Kanil tersirat dari sebuah hewan yang bernama cacing, tentunya sudah tidak asing mendengarnya. Hal ini ditujukan untuk diambil filosofinya sesuai dengan sifat hewan cacing tersebut. Pusaka Cacing Kanil di percaya dan diyakini memiliki khasiat untuk : Kelancaran rejeki, kelancaran usaha, kelancaran bisnis, kelancaran dagang, Rejeki mengalir dengan cepat, sarana untuk memperoleh kekayaan, Memperoleh berkah perlindungan.

Tombak Pusaka Kala Cakra

tombak-pusaka-kala-cakra-bertuah

tombak-pusaka-kala-cakra-bertuah

tombak-pusaka-kala-cakra-bertuah

tombak-pusaka-kala-cakra-bertuah

Harga: Rp 1,500,000

Tombak Pusaka Kala Cakra

Sejarah mencatat kebehatan ilmu rajah kalacakra, suatu ketika, Tombak sunan kudus yang namanya Tombak kalacakra di rajahkan ke kursi tempat pertemuan antara Sultan Hadiwijaya /  Jaka Tingkir dan pengeran Arya Penangsang / Arya Jipang Panolan. Namun ternyata berakhir dengan senjata makan tuan karena Sultan Hadiwijaya sudah di peringatkan oleh Sunan Kalijaga untuk menukar tempat duduk dengan Arya penangsang karena kursi yang sudah di persiapkanOleh sunan kudus untuk beliau telah dirajah dengan rajah kalacakra yang dapat mengakibatkan semua kesaktiannya hilang bahkan lumpuh total.
Sultan Hadiwijaya meminta kepada Arya Penangsang untuk menukar tempat duduk. karena tersinggung dengan permintaan tersebut, Pangeran Arya Penangsang pun menyanggupinya padahal dia paham bahwa Sunan Kudus sudah menorehkan Rajah Kalacakra yang bila diduduki akan fatal akibatnya.Akibatnya seketika itu juga semua ilmu Arya Penangsang sirna.
Rajah Kalacakra di percaya memiliki khasiat untuk : membinasakan musuh yang sakti, pemagaran tubuh, memiliki kekuatan menyerang makhluk halus hingga terluka parah, senjata utama.

Tombak Pusaka Korowelang Asli

tombak-pusaka-korowelang-asli-bertuah

tombak-pusaka-korowelang-asli-bertuah

tombak-pusaka-korowelang-asli-bertuah

tombak-pusaka-korowelang-asli-bertuah


Harga: Rp 1,250,000

Tombak Pusaka Korowelang Asli

Pusaka korowelang, mendengar namanya saja anda tentunya sudah tidak asing lagi, Pusaka ini kerap terdengar begitu saja di kalangan masyarakat. Namun belum banyak yang tahu persis akan benda pusaka Korowelang, Benda Pusaka korowelang merupakan sebuah Pusaka bisa berwujud sebilah Tombak atau Sebilah Keris Pusaka.

Sejumlah kalangan meyakini bahwa keris Kyai Condong Campur  mampu mempersatukan setiap elemen bangsa dan negara. Banyak versi telah mengungkap perihal keris Kyai Condong Campur. Pusaka Majapahit ini diartikan sebagai perlambang keinginan akan sebuah persatuan. Kebenaran tentang pernah adanya perang Demak-Majapahit, hingga kini masih menjadi pro-kontra. Sementara dalam sejumlah babad seputar zaman itu, muncul kisah-kisah keris sakti. Antara lain, keris Kyai Condong Campur, keris Kyai Sengkelat, keris Sabuk Inten dan keris Kyai Crubuk. Ketiga keris ini sangat kawentar dalam khasanah budaya-tosan aji Nusantara, khususnya di Jawa.

Seperti diketahui, zaman Majapahit terakhir, abad 14, peradaban Hindhu di tanah Jawa mulai bergeser ke peradaban baru, Islam. Kadipaten Demak Bintoro, ketika itu berkembang pesat dan akhirnya menjadi kerajaan Islam terbesar di Jawa Tengah.

Berdirinya Kerajan Demak Bintoro ditandai candra sengakala Geni Mati Siniraman Janma, yang berarti tahun 1403 Saka atau 1478 Masehi (DR Purwadi, MHum, 34: 2005). Meski peperangan antara Demak (Islam) melawan Majapahit (Hindhu) termaktub dalam banyak versi babad dan kisah tutur, namun secara historis banyak ahli sejarah menolak kebenarannya. Sebab, tak ditemukan catatan sejarah atau prasasti yang membuktikan hal itu. Ini menunjukkan, betapa silang sengkarutnya situasi zaman itu, sehingga runtuhnya Majapahit tak bisa dipastikan penyebabnya.

Candra sengakala berbunyi: Sirna Ilang Kertaning Bumi, yang berarti tahun 1400 Saka, bahkan dinilai bukan berarti runtuhnya Majapahit, melainkan prasasti gugurnya Brawijaya V dalam pemberontakan Girindrawardhana. Ada pun peralihan  pernatan  zaman dari Majapahit ke Demak Bintoro, menurut catatan sejarah China, baru terjadi pada saat kepemimpinan Adipati Unus (1518-1521 Masehi).

Kekalahan keris Kyai Condong Campur yang dikisahkan dalam sejumlah babad, seakan justru mematahkan mitos tentang keris tersebut yang bisa menyatukan bangsa. Apa lagi, keris Kyai Condong Campur dimitoskan sebagai penebar wabah penyakit, yang ketika itu juga nyaris menewaskan Dewi Dwarawati, permaisuri Brawijaya V. Beruntung sekali ketika itu, keris Kyai Sengkelat milik Mpu Supa Mandrangi mampu mengalahkan keris Kyai Condong Campur dan melenyapkan pagebluk yang melanda seantero Majapahit.

Lantas, pusaka apakah sebenarnya yang bisa memberikan kekuatan bagi pemiliknya, sehingga mampu menyatukan berbagai elemen bangsa dan negara?

Tombak Korowelang tercatat dalam kisah pewayangan yang menyebutnya sebagai kepunyaan Pandu Dewanata. Tombak itu juga pernah dimiliki oleh Brawijaya V, dan pernah pula dimiliki oleh mantan presiden pertama RI, Ir Soekarno. Tapi sejak Bung Karno lengser, tombak itu lenyap. Pusaka Majapahit itulah yang bisa menyatukan bangsa ini dan mengakhiri setiap ontran-ontran serta bencana alam yang selama ini melanda.

Dengan mengkirabkan Tombak Korowelang ke seluruh penjuru Nusantara, menurut Kyai Sunarto, berbagai bencana alam seperti banjir dan angin puting beliung bisa diredam. Pemilik Tombak Korowelang akan membawa bangsa ini menuju tata titi tentrem, kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi

Daya kasekten Tombak Korowelang ini adalah mampu menentramkan dan meredam setiap gejolak, baik yang bersumber dari manusia atau alam. Pusaka Tombak Korowelang  juga dikenal di Ponorogo, Jawa Timur. Tombak itu dikirab setiap bulan Suro dalam ritual Grebeg Suro di kota Warok itu.

Korowelang juga merupakan nama keris pusaka Pangeran Samber Nyawa, yang masih dikirabkan setiap bulan Suro di Wonogiri. Danang Sutowijoyo alias Panembahan Senopati juga disebut-sebut pernah memiliki pusaka Jala Korowelang.

Pusaka Korowelang di yakini memiliki khasiat tuah sebagai : Mampu meredam berbagai macam jenis musibah, seperti banjir, angin ribut, kebakaran, dll. Pemilik tombak Korowelang akan memiliki daya kewbawaan yang tinggi, mampu meredam dan mententramkan setiap gejolak yang ditimbulkan oleh manusia atau alam.

Tombak Pusaka Kyai Pleret

tombak-pusaka-kyai-pleret-bertuah

Harga: Rp 1,350,000

 Tombak Pusaka Kyai Pleret

Selepas runtuhnya kedhaton Majapahit yang ditandai dengan sengakalan sirna ilang Kertaning Bumi, maka putra putri Brawijaya V juga menyebar ke berbagai daerah. satu diantara pangeran tersebut bernama Raden Bondan Kejawen. Dialah Ayah dari Ki Ageng Getas Pendowo yang menurunkan Ki Ageng Selo. Nama terakhir ini terkenal sebagai tokoh legenda yang konon dapat menaklukkan, bahkan menangkap petir dalam sebuah pertempuran yang sangat dahsyat hingga meninggalkan apai abadi di daerah Merapen. Dirinyalah pula yang menciptakan Tombak Kyai Plered, sebuah pusaka yang kemudian secara turun menurun menjadi piandel bagi dinasti Mentawisan.

Tombak sakti inilah yang kelak diturunkan kepada Ki Ageng Enis dan sampai kepada Ki Ageng Pemanahan dan Danag Sutawijaya.Di masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya di Pajang, Terjadilah upaya kraman, perebutan hak waris atas tahta Demak, yang dilakukan oleh Arya Jipang atau dikenal sebagai Arya Penangsang, Dalam suatu peperangan yang sangat sengit akhirnya tombak kyai plered berhasail dis arangkan ke perut Arya Jipang hingga mbrodhol,terurai ususnya, dan pemberontakan pun berhasil dipadamkan. Tombak Pusaka Kyai Plered di percaya memiliki khasiat untuk : Meredam terjadinya sebuah pertengkaran, masalah atau peperangan, sebagai simbol perdamaian, sebagai pusaka piandel, Pusaka Pamungkas.

Tombak Pusaka Lar Monga

tombak-pusaka-lar-monga-bertuah

tombak-pusaka-lar-monga-bertuah

tombak-pusaka-lar-monga-bertuah

tombak-pusaka-lar-monga-bertuah

Harga: Rp 2,000,000

Tombak Pusaka Lar Monga

Tombak Pusaka Lar Monga / Jatayu yaitu sesosok hewan yang meyerupai hewan merak. Hewan ini di percaya adalah sebagai kendaraan para Bethara / Dewa. sehingga mempunyai filosofi tuah untuk : Memberi keselamatan bagi kaum yang membutuhkan pertolongan, melancarkan rejeki, memberi perlindungan alami, memiliki daya wibawa yang tinggi di depan hadapan banyak orang.